Aksi Desak Rizieq Dibebaskan, Sahroni: Hukum Tidak Bisa Diintervensi

JAKARTA – Massa bakal turun ke jalan pada Jumat (18/12) guna menuntut supaya Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Rizieq Shihab dibebaskan dari kurungan penjara di Polda Metro Jaya.

 

Wakil Ketua Komisi III DPR, Ahmad Sahroni meminta massa aksi tidak melakukan intervensi hukum dengan mendesak pihak kepolisian membebaskan Rizieq Shihab. “Jadi hukum tidak bisa diintervensi oleh siapapun,” ujar Sahroni dikutip dari JawaPos.com, Kamis (17/12).

 

Sahroni juga tidak mempermasalahkan massa melakukan aksi. Namun tetap memperhatikan protokol kesehatan Covid-19. Terlebih tidak adanya intervensi kasus hukum Rizieq Shihab.

 

“Itu hak warga negara silakan saja. Tapi tertib sesuai aturan protokol kesehatan. Mereka demo bentuk fanatik terhadap gurunya itu hal biasa,” katanya.

 

Diketahui, massa dari Front Pembela Islam (FPI), Persaudaraan Alumni (PA) 212 dan beberapa kelompok lain bakal melakukan aksi 1812 pada Jumat (18/12) besok. Mereka menuntut supaya Rizieq Shihab dibebaskan dari tahanan Polda Metro Jaya.

 

Seperti diketahui, Rizieq Shihab telah ditetapkan sebagai tersangka penghasutan dan kerumunan. Dia saat ini telah ditahan di Rutan Narkoba Polda Metro Jaya selama 20 hari ke depan atau sampai 31 Desember 2020.

 

Rizieq menjadi tersangka karena melakukan pelanggaran UU Karantina Kesehatan terkait kerumunan masa di acara Maulid Nabi dan pernikahan putrinya di Petamburan pada 14 November 2020. Selain itu Rizieq dijerat dengan Pasal 160 KUHP terkait penghasutan dengan ancaman hukuman 6 tahun penjara dan 216 KUHP.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *