HMI: Pemerintah Perlu Waspadai Manuver Eks HTI

JAKARTA – Wasekum BPL PB HMI, Muhammad Mualimin meminta Pemerintah Republik Indonesia agar mewaspadai bekas kader Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) yang bergerilya mengatasnamakan penegak hukum Tuhan untuk menghegemoni pikiran jamaah tertentu. Perilaku lancang semacam itu, kata Mualimin, hanya akan menipu umat islam di Indonesia.

 

‘’Ekstrem kiri maupun kanan, harus ditolak. Sungguh keterlaluan sekelompok orang mengklaim mewakili kehendak Tuhan, lalu mencoba menerapkan hukum yang bersumber dari pikiran sendiri tapi diklaim sebagai hukum Tuhan. Itu jelas kudeta terhadap kemauan Tuhan. Walau HTI sudah dibubarkan, bekas kadernya masih gerilya menyebarkan pikiran kuno yang tak kompatibel dengan dunia modern,’’ kata Mualimin di Jakarta, Sabtu (20/6/2020).

 

Untuk menyelamatkan demokrasi dan keberagaman budaya di tanah air, kata novelis muda ini, tak cukup hanya keras pada PKI, tapi gerombolan kader HTI pun juga harus diawasi. Mantan Ketua Umum BPL HMI Cabang Jakarta Selatan ini mengingatkan pada Pemerintah, agar selalu waspada dengan islamisme yang masih mencari cara untuk mengubah Pancasila sebagai dasar negara.

 

‘’Sikap pemerintah atas HTI kurang keras. Setelah dibubarkan, bendera mereka masih sering berkibar dalam beberapa kali unjuk rasa dan kegiatan. Harusnya pembawa bendera HTI dipidana agar jera. Kita tak pernah tahu rencana gerakan apa lagi yang mereka susun. Badan intelijen harus bekerja lebih keras lagi memantau perebaran organisasi yang mengusung ide kuno dan berbahaya bagi kebudayaan nasional,’’ pungkas Penulis novel ‘Gadis Pembangkang’ ini.

 

Bila merujuk pada kesamaan ideologi, kata Mualimin, sebenarnya ada beberapa organisasi mahasiswa maupun pemuda yang juga menginginkan tegaknya khilafah. Kelompok semacam itu harus dicegah agar tidak bergerilya mencekoki kaum muda dengan gagasan asing nan usang. Masa depan remaja kita terancam dengan propaganda yang menyamar sebagai gerakan dakwah di sekolah dan masjid.

 

‘’Saya minta Pemerintah memantau organisasi mahasiswa pengusung khilafah yang bergerilya di kampus. Membubarkan PKI dan HTI, tidak cukup. Sebab ancaman dari islamis penggerak khilafah masih tumbuh subur di kalangan mahasiswa,’’ tutur mantan Aktivis PERMAHI ini.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *