Ini Peran Denny Indrayana dalam Korupsi Payment Gateway

JAKARTA – Mabes Polri menjelaskan tentang peranan mantan Wamenkumham Denny Indrayana dalam kasus dugaan korupsi proyek payment gateway di Kementerian Hukum dan HAM.

 

Kepala Divisi Humas Mabes Polri, Brigjen Anton Charliyan mengatakan, peranan Denny adalah sangat vital, karena dia yang memfasilitasi vendor sehingga proyek tersebut dapat terlaksana.

 

“Beliau yang menyuruh, melakukan dan memfasilitasi vendor. Sehingga proyek ini terlaksana, walaupun stafnya sudah mengingatkan bahwa proyek ini tidak menguntungkan. Karena sudah ada proyek Simphoni yang lebih simpel dan tidak meminta biaya bagi pembuat paspor,” ungkap Anton di Mabes Polri Jakarta, Rabu (25/3/2015).

 

Anton menambahkan, saat proyek tersebut diusulkan oleh Denny, respon kurang setuju terjadi di internal Kemenkumham. Karena sebelumnya, sudah ada proyek serupa. Selain itu, inisiatif membuka rekening baru atas nama vendor juga sudah menyalahi aturan.

 

“Terjadi kekurangsetujuan karena telah dibuka rekening atas nama vendor dan disetor ke bendahara negara. Itu sudah menyalahi aturan, harusnya langsung dan tidak perlu buka rekening baru,” bebernya.

 

Dia menjelaskan, bahwa sistem Simphoni sebelumnya sudah berjalan satu tahun dan lebih fleksibel daripada sistem payment gateway tersebut.

 

“Simphoni lebih memudahkan pembuat paspor secara elektronik, itu sudah berjalan 1 tahun, pembayaran ditalangi bendahara negara, itu lebih simpel dari sistem payment gateway, lebih jelas bisa ditanya Kemenkumham langsung,” sambungnya.

 

Namun, dia mengaku belum mengetahui apakah kedua sistem tersebut masih digunakan atau tidak oleh Kemenkumham. “Dibatalkan atau tidak itu belum jelas, yang jelas Kemenkumham sendiri merasa kecewa. Sehingga, kami lebih gampang memeriksa saksi dalam kasus ini,” pungkasnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *