Jepang Antisipasi Penyebaran Covid-19 dengan Gaya Hidup Baru

TOKYO – Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe meminta maaf kepada masyarakat karena tidak dapat mengakhiri keadaan darurat dalam satu bulan. Namun dia menambahkan bahwa panel khusus akan menilai situasi lagi sekitar 14 Mei mendatang.

 

“Kami minta maaf tidak dapat mengakhiri masa darurat ini,” kata PM Shinzo Abe, Senin (4/5/2020).

 

Dengan perpanjangan masa darurat ini Jepang akan memulai gaya hidup baru yang diharapkan dapat semakin menekan penyebaran virus Corona.

 

“Terutama bagi wilayah yang tidak termasuk wilayah khusus (13 perfektur) diharapkan dapat lebih mengendalikan diri dalam kegiatan sehari-harinya dengan gaya hidup baru,” kata Shinzo Abe.

 

Ada enam kategori “The New Normal Life” yang harus dijalankan warga yang berada di Jepang.

 

Pertama, jarak antar individu diusahakan 2 meter, jangan dekat-dekat.

 

Kedua, selalu cuci tangan dan sampai rumah mencuci pakaiannya dan langsung mandi membersihkan diri.

 

Yang ketiga adalah saat makan agar dalam satu deret jangan berhadap-hadapan, sehingga saat bicara tidak langsung berhadapan.

 

Keempat, saat berpindah juga jaga jarak, duduk berdampingan jangan berhadapan dan diusahakan jangan bicara semua penumpangnya.

 

Kelima, Pertukaran kartu bisnis (kartu nama perusahaan) dilakukan lewat komputer internet saja, jangan kontak langsung.

 

Dan hal ke enam adalah setiap saat melakukan catatan, dengan siapa kita bertemu di mana dan sebagainya, sehingga bisa menjadi catatan lengkap rute yang kita lalui dalam kehidupan sehari-hari.

 

Apabila ada warga terinfeksi positif Corona, maka dengan mudah dapat diusut kembali rute penularan tersebut. Seandainya bisa diketahui asalnya dari mana, orang lain pun segera dilokalisir untuk diteliti lebih lanjut ada tidaknya penyakit yang dibawanya sehingga penyebaran penyakit menular dapat terlokalisir dengan baik.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *