Kasus Covid-19 Melonjak, Anies Diminta Cabut Pelonggaran PSBB Jakarta

JAKARTA – Ketua Fraksi Golkar DPRD DKI Jakarta Basri Baco menyarankan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta agar kembali memperpanjang penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) seperti 10 Juni 2020 lalu.

 

Hal ini lantaran masyarakat dinilai tidak tertib dalam menerapkan protokol kesehatan. Sementara pengawasan dari Pemprov DKI selama PSBB transisi lemah.

 

“Masyarakat kita tidak tertib, para pengusaha juga tidak tertib, dan masih bandel. Demi menyelamatkan Jakarta kita bisa balik ke tahap pertama, atau bisa lockdown itu sementara dua minggu, bisa jadi. Dan itu harus kita lakukan,” ucap Basri dikutip Loperberita.com dari Kompas.com, Kamis (16/7/2020).

 

Menurut dia, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan bisa mengambil kebijakan rem darurat (emergency brake) dan mengembalikan pengetatan PSBB seperti semula.

 

Anggota Komisi E DPRD DKI ini merasa masyarakat mengabaikan protokol kesehatan.

 

“Ini warning buat masyarakat, kan gubernur juga enggak punya pilihan, kalau masyarakat makin bandel, makin tidak peduli. Karena yang saya lihat ini ya, ketakutan masyarakat sudah hampir tidak ada,” kata dia.

 

“Beda dengan tahap awal yang orang benar-benar takut keluar rumah, takut gitu. Karena warning covid ini menakutkan sekali, sekarang orang enggak takut, kalau dia benar-benar enggak kena dia enggak takut,” lanjutnya.

 

Bila PSBB semakin dilonggarkan, Basri yakin jumlah kasus harian akan terus naik dan sulit dikendalikan.

 

Provinsi DKI Jakarta akan mengakhiri penerapan perpanjangan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) transisi pada Kamis ini.

 

Kendati demikian, kasus Covid-19 belum melandai selama perpanjangan PSBB transisi.

 

Bahkan, kasus Covid-19 di Jakarta sempat disorot pemerintah pusat ketika tercatat kenaikan tertinggi jumlah pasien positif Covid-19 pada Minggu (12/7/2020), dengan penambahan 404 kasus.

 

Sementara itu, positivity rate Covid-19 di Jakarta juga pernah melebihi ambang batas ideal yang ditetapkan Organisasi Kesehatan Dunia ( WHO), yakni kurang dari 5 persen.

 

Pada periode 6 sampai 12 Juli 2020, angka positivity rate sempat menyentuh 5,5 persen.

 

Berikut data penambahan kasus positif Covid-19 selama perpanjangan PSBB transisi di DKI Jakarta.

 

  • 3 Juli : bertambah 144 menjadi 11.824 kasus
  • 4 Juli : bertambah 215 menjadi 12.039 kasus
  • 5 Juli : bertambah 256 menjadi 12.295 kasus
  • 6 Juli : bertambah 231 menjadi 12.526 kasus
  • 7 Juli : bertambah 199 menjadi 12.725 kasus
  • 8 Juli : bertambah 344 menjadi 13.069 kasus
  • 9 Juli : bertambah 293 menjadi 13.362 kasus
  • 10 Juli : bertambah 236 menjadi 13.598 kasus
  • 11 Juli : bertambah 359 menjadi 13.957 kasus
  • 12 Juli : bertambah 404 menjadi 14.361 kasus
  • 13 Juli : bertambah 279 menjadi 14.640 kasus
  • 14 Juli : bertambah 275 menjadi 14.915 kasus
  • 15 Juli : bertambah 258 menjadi 15.173 kasus

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *