KISAH INSPIRATIF DI BALIK KEINDAHAN TAMAN MABES TNI AD

Kisah inspiratif datang dari Markas Besar TNI Angkatan Darat (Mabesad).

Di balik keindahan taman Mabesad yang berada di Jalan Veteran, Gambir, Jakarta Pusat, ternyata ada seorang pria yang bekerja secara tekun dan ulet dalam merawatnya.

Dia lah Hakroni, seorang yang sudah bertahun-tahun melakukan pekerjaannya merawat taman di Mabesad.

Dilansir dari laman resmi TNI AD, tniad.mil.id, Hakroni menceritakan perjuangan hidupnya hingga akhirnya dipercaya mengelola taman di lingkungan Mabesad.

Tempaan hidup di tengah keterbatasan fisik membuatnya selalu bersyukur atas anugrah yang diberikan kepada dirinya. Berasal dari keluarga kurang mampu, Roni begitu ia disapa, dari usia 9 tahun telah menjadi tulang punggung bagi keluarganya. Ayahnya sudah meninggal dunia ketika dirinya masih kecil.

Roni kecil menghabiskan masa SD dengan membantu ibunya berjualan sayur kangkung di pasar. “Saya tiga bersaudara. Namun kakak dan adik saya tidak bisa berjalan, sehingga saya yang membantu ibu saya untuk mencari nafkah,” kata Harkoni mengawali ceritanya seperti dikutip dari laman tniad.mil.id. “Waktu saya kelas 3 hingga 6 SD, setiap pulang sekolah, saya memotong kangkung di pinggir kali, kemudian dibawa pulang dan dijual oleh ibu saya,” lanjut Hakroni.

Sebelum menggeluti dunia tanaman pada tahun 1990, anak kedua dari tiga bersaudara tersebut pernah menjalani pekerjaan sebagai tukang cuci botol minyak wangi.

Bahkan, ia pun pernah menjadi pengumpul barang bekas dan hasilnya ditukar dengan bawang merah. Hingga akhir jalan kehidupan membawa dirinya menjadi penjual tanaman hias keliling. Menggunakan gerobak, ia berkeliling menawarkan tanaman hias.

Nasib tidak ada yang tahu, kini ia memiliki tiga karyawan aktif yang dipekerjakannya di Mabesad untuk merawat taman. Bahkan, ia pun mengelola kios tanaman hias di Kelapa Gading, Jakarta Utara. “Awalnya saya berjualan tanaman hias keliling dengan gerobak, lalu ada yang menawari saya mengelola taman di Mabesad, sehingga sampai saat ini,” katanya.

Roni pun berkisah bagaimana dirinya mengalami kerusakan indera penglihatannya. Ia mengaku pernah mengalami kecelakaan yang membuatnya harus menjalani operasi dan kehilangan kemampuan untuk melihat dengan jelas.

Saat ini, Hakroni telah berkeluarga dan memiliki tiga orang anak. Perasaan sedih menyelimutinya ketika Roni menceritakan kondisi anak perempuannya. Puteri keduanya memiliki riwayat penyakit yang mengharuskan transfusi darah setiap dua bulan sekali.

“Tapi saya tidak putus asa, sebagai orang tua, saya harus berusaha karena anak itu titipan Yang Maha Kuasa,” katanya. Ia bersyukur mendapat pekerjaan di Mabesad, sehingga dapat memenuhi kebutuhan pengobatan anaknya dan dapat membiayai pendidikan anak ketiganya di pondok pesantren. Hakroni pun menyampaikan rasa terima kasihnya kepada Kepala Staf TNI Angkatan Darat, Jenderal TNI Andika Perkasa karena masih mempercayakan pekerjaan pemeliharaan taman kepadanya.

“Saya sangat berterima kasih, masih diajak bekerja sama. Saya doakan semoga Pak Andika diberikan keberkahan, dan dijauhkan dari segala penyakit,” ucapnya.

Sementara itu, Dandenma Mabesad Kolonel Czi Jamallulael, berbagi pengalaman tentang kinerja Hakroni selama memelihara taman di Mabesad. Menurutnya, Hakroni memiliki tanggung jawab yang besar serta komunikatif dalam menerima arahan dari Mabesad. “Pak Roni punya kemampuan, walaupun bukan hasil sekolah bidang pertamanan, tapi beliau punya skill, sehingga apabila dikasih pengarahan, diberi konsep, beliau bisa mengerjakan, dan hasilnya sudah bagus sekali,” ujar Kolonel Czi Jamallulael.

Atas kinerjanya yang mumpuni, Kasad Jenderal TNI Andika Perkasa memberikan apresiasi kepada Hakroni, sehingga dipercaya untuk merawat taman di seluruh area Mabesad.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *