KSAD Andika Pimpin Penutupan Pendidikan Reguler ke-58 Seskoad Tahun Ajaran 2020

JAKARTA – Pendidikan Reguler ke-58 Sekolah Staf Angkatan Darat tahun ajaran 2020 resmi ditutup Kepala Staf Angkatan Darat, Jenderal TNI Andika Perkasa secara virtual dari Korem 072 Pamungkas Yogyakarta. Dalam acara tersebut, Kasad didampingi Ketua Umum Persit Kartika Chandra Kirana, Ibu Hetty Andika Perkasa.

 

Dalam kesempatan itu, pimpinan tertinggi TNI AD memberikan pesan yang mendalam untuk lulusan Dikreg. Ia meminta para lulusan untuk selalu bersyukur dan berkomitmen kepada keluarga agar fokus menjalankan tugas mengabdi untuk negara. Pesan diterima melalui video conference yang disaksikan di Mako Seskoad, Bandung, Jawa Barat.

 

Menurut Kasad, untuk menumbuhkan rasa syukur dapat mencontoh kisah Perwira Siswa tertua yaitu Letkol Inf Refki Efriandono Edwar. Diketahui Letkol Inf Refki Efriandono Edwar merupakan lulusan Akabri tahun 1988, namun ia baru berkesempatan mengikuti Dikreg setelah 32 tahun mengabdi untuk negara.

 

“Ketika diberi kesempatan dan kepercayaan untuk mengikuti Dikreg ini, saya tidak bisa menutupi kebahagiaan dan kebanggaan,” ujar Letkol Inf Refki.

 

Rasa syukur juga dirasakan oleh Pasis Kowad yang paling senior, yakni Letkol Cba (K) Balqis beserta keluarganya karena mendapatkan kesempatan untuk mengikuti Dikreg ke-58 ini.

 

“Apa yang terjadi pada Letkol Inf Refki dan Letkol Cba (K) Balqis tak terlepas dari peran keluarga. Jangan sampai karier rusak karena tidak memperhatikan keluarga, keharmonisan dalam keluarga akan membuat prajurit bekerja dengan fokus,” tegas Kasad.

 

Kasad menambahkan, karier perwira akan berakhir di usia 58 tahun, namun keluarga tidak pernah berakhir. Untuk itu, ia menegaskan menjaga keutuhan keluarga merupakan hal utama yang harus dilakukan.

 

“Dari keluarga saya bisa mengukur komitmen dan tanggungjawab dari seorang prajurit TNI AD,” tegas Kasad.

 

Di lain hal, Kasad berharap para lulusan Dikreg agar selalu peduli terhadap bawahannya. “Nanti kita semua cepat atau lambat akan mendapatkan jabatan yang lebih tinggi, berarti semakin banyak anggota juga keluarganya yang mesti dibina,” ujar Kasad.

 

Ia menambahkan para prajurit harus dapat menjadi counselor atau penasihat bagi anggotanya. “Berangkat dari hal-hal sederhana, keluarga dan komitmen, tetapi itu hal yang sangat fundamental di kehidupan kita sebagai manusia,” ujar Kasad.

 

Hal senada juga disampaikan Ketum Persit KCK, yang mengatakan komitmen keluarga utuh, sehat, dan bahagia membuat prajurit TN AD lebih fokus dalam bekerja dan berkarya.

 

“Selalu utamakan keluarga dan kesehatan. Saya berharap anggota Persit Kartika Chandra Kirana dapat memprioritaskan keluarga,” ujar Ibu Hetty Andika.

 

Masa pendidikan selama 6 bulan diikuti 449 Perwira Siswa dengan lima orang berasal dari negara sahabat, yakni Singapura, Pakistan, India, Filipina, dan Thailand.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *