Laskar Pemuda Muslim Indonesia Sampaikan Dukungan pada Pangdam Jaya untuk Bubarkan FPI

JAKARTA – Ketua Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Laskar Pemuda Muslim Indonesia, Abdillah Zain, menyampaikan dukungannya terhadap Panglima Kodam Jayakarta (Pangdam Jaya), Mayjen TNI Dudung Abdurachman untuk membubarkan ormas Front Pembela Islam (FPI).

 

Hal ini disampaikan dirinya bersama ratusan massa aksi dalam orasinya di depan Polda Metro Jaya, hari ini, Sabtu (21/11/2020).

 

“Pangdam Jaya mendesak FPI bubar jika tak taat aturan hukum. Bagaimanapun, desakan yang disampaikan Pangdam Jaya masuk akal dan konstitusional,” kata dia.

 

Menurutnya, secara ideologis maupun praktik, FPI berpotensi menjadi ancaman negara. Sebab sejak kelahirannya pada tahun 1988, FPI terus menerus menggoreng isu identitas.

 

“Berbeda dengan ormas Islam moderat lain,” katanya.

 

Buktinya, tambah dia, desakan pembubaran FPI juga telah disuarakan oleh mantan Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahja Purnama (Ahok) hingga tokoh Islam terkemuka yang juga mantan Presiden RI Abdurrahman Wahid (Gus Dur).

 

Tuntutan itu, kata dia, akan semakin diperkuat dengan habisnya masa berlaku Surat Keterangan Terdaftar (SKT) dari Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) pada Juni 2019 lalu. Di mana kala itu, tidak sedikit publik yang menandatangani petisi pembubaran ormas yang bermarkas di Kawasan Petamburan, Jakarta Barat tersebut. Akibatnya, pengamatan dia, sekalipun telah mendaftar, Kemendagri tetap enggan mengeluarkan SKT untuk FPI.

 

“Memang secara fakta, FPI hidup di Indonesia dan memiliki anggota. Tetapi, Indonesia sebagai negara hukum mengharuskan setiap warga negara untuk taat pada aturan hukum yang berlaku. Hal tersebut justru tak diindahkan oleh FPI, setidaknya terlihat dari sejumlah praktik yang dilakukan beberapa waktu lalu,” ujarnya.

 

Perlu diketahui, dalam berbagai kesempatan HRS selalu menegaskan bahwa dirinya beserta FPI tidak sedikitpun menentang NKRI, Pancasila, maupun UUD 1945.

 

Adapun pada Milad FPI ke-21 di tahun 2019 lalu, HRS membicarakan tentang konsep NKRI bersyariat. Kala itu dia menekankan bahwa FPI harus lebih memantapkan perjuangan untuk merajut persaudaraan dan menjaga bangsa dan negara dengan dakwah dan hisbah serta jihad konstitusional.

 

Pesan itu disampaikan karena jika dijalankan dengan seksama, menurut dia bakalan mampu mewujudkan NKRI bersyariat dalam kehidupan beragama, berbangsa dan bernegara.

 

“Ingat NKRI bersyariah bukan NKRI komunis-sosialis. NKRI beryariat bukan NKRI komunis-sosialis, NKRI bersyariah bukan NKRI liberal-kapitalis,” tekan HRS.

 

Lebih lanjut ditekankan HRS, hanya syariat yang mampu menjaga dan melindungi NKRI dan Pancasila dari paham komunis-sosialis dan liberal, kapitalis.

 

“Kenapa harus NKRI bersyariat? Karena hanya syariat yang mempu melestarikan kemurnian tauhid ketuhanan Yang Maha Esa sebagai dasar negara Republik Indonesia,” kata dia.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *