Sering Bicara Khilafah dan Hina Presiden, Ali Baharsyah Ternyata Kolektor Video Mesum

JAKARTA – Ali Baharsyah, sosok penghina Presiden Joko Widodo ditangkap Bareskrim Polri. Usai ditangkap, polisi juga mengungkap bahwa Ali mengoleksi puluhan video mesum di telepon genggamnya.

 

Di media sosial, Ali terlihat sebagai sosok yang mengerti ajaran agama dan sering menyebarkan paham khilafah. Namun, di dalam ponselnya ada film mesum.

 

“Ketika kami periksa, ada puluhan file video yang mengandung unsur pornografi di telepon genggamnya,” ujar Kasubdit II Direktorat Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri Kombes Himawan Bayu Aji seperti dikutip dari JPNN, Senin 6 April 2020.

 

Karena itu, Ali yang ditangkap karena disangka menghina Presiden Jokowi juga dijerat dengan pasal berlapis. Konsekuensi hukumannya pun lebih berat.

 

“Kami kenakan pasal berlapis. Selain melakukan ujaran kebencian atau penghinaan di media sosial, pelaku juga melanggar UU pornografi,” kata Himawan.

 

Himawan menyebut Ali bukan kali ini saja menghina  Presiden Jokowi, namun juga saat sebelum Pilpres 2019 atau sejak 2018. “Dia ini pemain lama,” ujar mantan Kapolresta Sidoarjo itu.

 

Kini, Ali yang dikenal lantang di media sosial harus mendekam di balik jeruji besi. Dia dijerat dengan Pasal 28 ayat (2) Undang-Undang (UU) Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE), UU Nomor 40/2008, tentang Penghapusan Diskriminasi Ras dan Etnis, Pasal 207 tentang Penghinaan kepada penguasa, dan UU Pornografi yang ancaman penjaranya mencapai 10 tahun.

 

Sebut Presiden ‘Goblok’

 

Ali sebelumnya dilaporkan karena videonya yang menyebut presiden dengan kata goblok. Dia dilaporkan oleh salah satu pendukung Jokowi Muannas Alaidid.

 

Kasubdit II Dittipidsiber Bareskrim Polri Kombes Pol Himawan Bayu Aji mengatakan, tersangka telah dipantau kepolisian sejak 2018. Saat itu, tersangka kerap membuat video berbau SARA dan menghina pejabat negara.

 

“Tersangka telah dilaporkan dan dimonitoring sejak 2018 berkaitan postingan dan videonya secara viralisasi. Dimonitoring terus hingga 2019, masih melakukan kegiatan,” kata Bayu di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Senin 6 April 2020.

 

“Pada 2019 dibuat laporan oleh penyidik, (Kemudian) ada laporan di Polda Jawa Barat. (lalu) 2020 pada April dilaporkan seseorang ke Bareskrim,” lanjut Bayu.

 

Bayu menuturkan, tersangka sangat gencar membuat video berkaitan ujaran kebencian dan hoaks. Usai video dibuat di kediamannya, tersangka akan memviralkan di akun media sosialnya.

 

“Pemilik akun Ali Baharsyah 007, Instagram, Facebook, dan Youtube. Ditangkap juga 3 rekannya,“ ujar Bayu.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *