Survei SMRC: Mayoritas Masyarakat Setuju Penerapan New Normal

JAKARTA – Hasil survei terbaru Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC) menyebut sebanyak 34% warga/responden otimistis ekonomi Indonesia pada tahun depan akan lebih baik dibanding tahun ini. Sementara yang menilai tidak ada perubahan 20% dan lebih buruk atau jauh lebih buruk 27,1%.

 

Hasil survei tersebut lebih baik dari hasil survei pada 5-6 Mei 2020 lalu. Saat itu responden yang merasa optimistis dengan kondisi ekonomi nasional dan rumah tangga hanya 27%-29%. Dari hasil survei terbaru itu terungkap optimisme warga sekarang dalam melihat kondisi ekonomi ke depan terlihat meningkat.

 

“Setahun ke depan bagaimana kondisi ekonomi rumah tangga? Di survei bulan Maret 2020 ada 58% orang menjawab keadaan ekonomi runah tangga setahun ke depan akan lebih baik, tapi di bulan April 2020 turun jadi 27%. Tapi survei terakhir itu terus naik, 40% an orang percaya keadaan ekonomi rumah tangga setahun ke depan akan naik,” jelas Direktur Komunikasi Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC) Ade Armando dalam acara webinar ‘Kondisi Ekonomi Masa Covid-19 dan Respons Kebijakan: Opini Publik Nasional’ yang digelar SMRC pada Kamis (25/6).

 

Dia melanjutkan, hasil survei SMRC terbaru juga menunjukkan ada 44% responden yang menilai ekonomi rumah tangga mereka tahun depan akan lebih baik, sementara yang menilai akan lebih buruk atau jauh lebih buruk sekitar 23% sementara yang mengatakan tidak ada perubahan 18%.

 

Selain itu, Ade juga menjabarkan, mayoritas responden atau 71% merasa kondisi ekonomi rumah tangganya sekarang lebih buruk atau jauh lebih buruk dibanding sebelum adanya wabah Covid-19. Sisanya sekitar 19% merasa tidak ada perubahan, 9% merasa lebih baik dan 1% tidak menjawab.

 

Hasil survei yang lain, mayoritas warga atau sekitar 76% mengaku pendapatan merosot setelah adanya wabah Covid-19. Namun, sekitar 46% warga menilai kondisi ekonomi rumah tangganya akan lebih baik setelah wabah Covid-19 berakhir, sementara yang menilai menjadi lebih buruk atau tidak ada perubahan 45%.

 

Berdasar pada survei tersebut juga, Ade menambahkan, didapatkan temuan saat ini mayoritas responden yang disurvei atau sekitar 81% sudah tahu Indonesia ada di tahap dengan normal. Diantara yang sudah tahu tersebut, sebanyak 79% responden menginginkan kebijakan new normal dilakukan saat ini.

 

Sementara itu, terdapat 14% atau sekitar 11% dari populasi menilai kebijakan ini sebaiknya ditunda. Responden yang menginginkan ditunda penerapan new normal mayoritas atau 58% mengatakan sebaiknya ditunda sampai kasus baru positif Covid-19 menurun.

 

Sebanyak 80% responden juga setuju dengan pemerintah memulai kebijakan transisi menuju kehidupan normal baru walau kasus penularan Covid-19 belum menurun, sementara yang tidak setuju ada 15%.

 

“Secara spesifik sekitar 88% sampai 93% warga setuju dengan kebijakan pemerintah untuk melonggarkan aturan-aturan yang dibuat untuk mencegah penularan Covid-19 dengan protokol kesehatan untuk bekerja di luar rumah, penggunaan tempat ibadah, penggunaan transportasi umum, pasar, mall dan tempat perbelanjaan dibuka kembali,” jelas Ade.

 

Sampel penelitian dilakukan kepada 1.978 responden yang dipilih secara acak dari koleksi sampel acak survei tatap muka yang telah dilakukan SMRC sebelumnya, dengan jumlah proporsional menurut provinsi untuk mewakili pemilihan nasional. Margin of error survei diperkirakan kurang lebih 2,2% pada tingkat kepercayaan 95% asumsi simple random sampling. Wawancara terakhir dilakukan pada 18 sampai 20 Juni 2020.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *