Ternyata, UU Ciptaker Lindungi Pekerja saat PHK

Loperberita.com – UU Cipta Kerja disebut Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Ida Fauziyah mengatur perlindungan pekerja jauh saat terjadi pemutusan hubungan kerja (PHK).

 

Menurut Menaker, pekerja sektor formal yang tidak memiliki skill dan kemampuan rentan sewaktu-waktu mendapat PHK. Maka pihaknya berusaha melindungi para tenaga kerja supaya bisa dilakukan peningkatan skill setelah adanya PHK.

 

“Karena automasi skill dan ketrampilan rendah maka gampang di PHK. Di up skill dan re-skilling, kalau di PHK kompetensi dia dapat jawaban dari pemerintah (karena diatur di UU Cipta Kerja),” ujar Ida Fauziyah saat berkunjung ke UIN Maliki Malang, Kamis (22/10/2020).

 

Ida mengakui bila di UU Cipta Kerja ada penurunan Pesangon bagi pekerja sektor formal yang dilakukan pemutusan hubungan kerja (PHK). Namun hal itu dapat di-cover dengan jaminan kehilangan pekerjaan yang telah diatur di UU Cipta Kerja.

 

“Di UU Cipta Kerja pesangon memang iya turun, dari 32 kali ke 25. 32 kali di UU 13 tahun 2003 (Ketenegakerjaan), itu hanya 7% perusahaan yang taat. Selebihnya 27% membayar tidak sesuai dengan ketentuan. Indah di atas kertas tapi tidak sesuai,” bebernya.

 

Meski tidak mendapat pesangon, para pekerja yang kehilangan pekerjaan ini akan mendapat asuransi kehilangan pekerjaan sesuai yang diatur pada UU Cipta Kerja.

 

“Dengan update skill ini nanti dia cukup bekal mencari pekerjaan, dia punya kompetensi baru, dengan mendapatkan pelatihan vokasi dan mendapat akses penempatan (pekerjaan). Salah satu sarana menyejahterakan buruh dengan meningkatkan kompetensi undang – undang ini menjawab itu,” tukasnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *